Rabu, 27 Mei 2026

WARGA DI PEDESAAN TETAP ANTUSIAS MELAKSANAKAN KURBAN IDUL ADHA DI DESA BENDOSARI. DITENGAH ISYU PELEMAHAN EKONOMI RUPIAH TERHADAP DOLAR.

Setelah usai melaksanakan Sholat idul adha 2026 ,Warga masyarakat baik perseorangan atau kelompok penyelenggara  korban idhul adha,sekitar 15 hewan kurban ,berupa sapi dan kambing kurban ,telah dilaksanakan pemotonganya di Desa Bendosari kecamatan gebang.
 Telah dilaksanakan  di beberapa musholah yang ada di desa ini.

Warga berantusias mengikuti proses pemotongan hewan kurban di beberapa lokasi rt rw masing2.
Ini salah satu bukti Bahwa perekonomian di wilayah Kecamatan Gebang tetap berjalan dan tetap kondusif seperti yang kita rasakan saat ini.  Hal ini menepis pemberitaan tentang sulitnya ekonomi yang sedang terjadi di  wilayah pedesaan indonesia? walaupun kondisi ekonomi di wilayah kita katanya? sedang tidak baik-baik saja. Itu menurut isu yang sedang berkembang saat ini, tetapi padahal kenyataannya warga masyarakat masih bisa Melaksanakan kurban bahkan pertama yang melaksanakan adalah kebanyakan warga-warga dipedesaan, ada yang melaksanakan kurban orang per orang ada juga yang berkelompok, ini membuktikan bahwa akan ada dan sedang terjadi perputaran ekonomi yang ada di wilayah ini tetap berjalan dengan baik . 

Sekaligus menepis anggapan dari beberapa ahli ekonom yang mengatakan bahwa Indonesia sedang dilanda krisis ekonomi secara masif? pada kenyataannya di beberapa tempat di wilayah lain malah terlihat antusias warga mengikuti kegiatan tahunan sebagai mana kewajiban warga muslim yang ada di wilayah ini.

Walaupun tidak mewakili keadaan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia tapi paling tidak mereka yang dikatakan oleh para ekonomi yang terdampak paling sulit adalah di daerah atau di pedesaan, ternyata pada kenyataannya kali ini warga masyarakat sendiri yang membuktikan bahwa keadaan ekonomi mereka sebenarnya tidak terpengaruh secara signifikan oleh perkembangan dollar yang naik terus dan akhirnya ekonomi Indonesia katanya lemah dan bisa menghancurkan keadaan ekonomi di Indonesia.

Argument para Ekonom ini jadi terbantahkan ,bahwa apa yang terjadi di wilayah pedesaan atau peredaran perekonomian yang ada di wilayah pedesaan sebenarnya tidak terlalu terdampak dengan adanya dolar yang naik dan melemahkan rupiah ,walaupun alasan ini tidak mewakili kegiatan perekonomian secara keseluruhan tetapi ini adalah salah satu alasan  untuk menepis anggapan-anggapan mereka yang telah mengatakan bahwa ekonomi  Indonesia sedang tidak baik-baik saja ? menurut para ekonom yang sering berbicara di media sosial ataupun di dalam pemberitaan pemberitaan yang ada di Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri memang nilai dolar sangat tinggi terhadap rupiah dan apa yang diucapkan oleh Pak Prabowo sebagai presiden pada saat menyampaikan pidatonya di depan DPR pada saat acara kebangkitan nasional benar adanya.
 "Orang desa kan ga pake dolar? Yang terdampak ya mereka yang suka pake dolar? ".
Masyarakat di pedesaan atau masyarakat biasa, tidak merasakan dampak secara langsung dengan adanya Pelemahan Rupiah terhadap dolar.

Tidak dipungkiri juga mungkin ada beberapa orang yang terdampak dalam Pelemahan Rupiah terhadap dolar ini mungkin bagi mereka para pelaku yang menggunakan uangnya untuk penanaman saham atau jual beli saham di di internet.

Hanya Kelompok inilah yang pasti merasakan dampaknya Tentu pelaku ekonomi seperti ini tidak bisa disamaratakan dengan warga masyarakat biasa yang berada di pedesaan mereka memang benar-benar terdampak dengan adanya kelemahan rupiah terhadap dolar. Tapi bagi warga masyarakat biasa yang tinggal di pedesaan tentu hal ini akan terbantahkan dengan fakta-fakta ekonomi yang berjalan dengan baik di sekitaran Wilayah Desa mereka masing-masing tentu akan beda jauh beda dengan keberadaan perekonomian di kota yang pasti sangat merasakan dampaknya tapi dengan perbandingan yang ada Seberapa luas wilayah perkotaan dan  berapa luas wilayah di pedesaan. Pergerakan perekonomian yang ada di kota dengan wilayah pergerakan perkonomian yang ada di desa jauh perbedaanya. 
Tidak imbang tapi tetap saja para pelaku ekonomi masyarakat biasa tidak terdampak langsung? Dengan adanya kelemahan rupiah dari dolar?

JUAL BELI JABATAN PERANGKAT DESA TERUNGKAP DI PATI JATENG

Saya sempat kaget mendengar dan membaca berita dari Berita Jual beli Jabatan di desa  di liputan6.com .
Terungkap pada saat pemeriksaan Bupati Pati Jawa Tengah Saat diperiksa oleh KPK ada pengungkapan perkara atau kasus jual beli jabatan di desa? 
Saya hampir tidak percaya mendengar berita itu. Masalahnya Berapa sih gaji yang diterima oleh para petugas desa atau aparatur desa perbulan?. Sehingga untuk mendapatkannya mendapatkan Jabatan itu harus membeli,atau menyuap? 

Memang sepengetahuan saya petugas desa atau aparat desa Sama halnya dengan pegawai negeri yang lainnya dia akan mengikuti semua aturan desa yang dibuat oleh Kepala desanya siapapun yang menjabatnya. Kita tahu kan? Bahwa kepala desa adalah jabatan politik, sebagai pemegang jabatan pemerintahan desa, jabatan yang akan diemban hanya 10 tahun itu pun kalau terpilih untuk periode yang kedua. Sebagai pekerja di desa atau menjadi aparat desa memang merupakan pekerja takb terbatas  sekedar 5 atau sepuluh tahun. Para kaur bahkan ada yang menjabat  selama 30 atau 40 tahun masa kerja yang panjang. Siapapun Kepala desanya atau siapapun yang terpilih sebagai kepala desa maka para Pejabat desa itu akan mengikutinya.
kecuali ada kebijakan lain dari si kepala desa tersebut. 

Setahu saya, pengertian saya, jabatan aparat desa Itu adalah sebuah jabatan bersifat hanya sebagai pengabdian murni kepada masyarakat secara sukarela. 
Tetapi ternyata setelah terungkap dari kasus pemeriksaan Bupati Pati itu ternyata  terungkap lewat pemeriksaan di KPK. ternyata  di pemerintahan desa ada jual beli jabatan di desa dalam lingkup pemerintahan wilayah daerah Kabupaten pati ,bahkan seorang carik atau sekretaris desa ,tarifnya lebih tinggi daripada jabatan yang lain yang ada di desa tersebut. 

Bukan gajinya tetapi cara mendapatkan jabatan tersebut adalah dengan membeli atau menukar atau menyuap dengan sejumlah uang yang nilainya cikup besar. 
Seperti yang ditulis oleh liputan6.com itu membuat saya berpikir ulang Kenapa hal ini bisa terjadi dan sudah Sekian lamanya terjadi di negeri ini pantas saja perilaku dan kelakuan para aparat desa dari Desa satu ke desa Yang lainnya hampir sama yaitu standar-standar saja dan diantaranya mereka  seharusnya Orang yang terpilih jadi kaur apapun harus  berdedikasi tinggi dalam jiwanya untuk mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan dan kebutuhan rakyat.

Tetapi sayangnya jika ada orang yang sungguh-sungguh menampakan atau memberikan dedikasinya kepada masyarakatnya tetapi justru orang yang bersifat seperti itu dalam rangka pekerjaan yang peduli kepada masyarakat, secara jujur. Justeru dialah yang dijauhi atau dicuekin oleh teman-temannya sama aparatur desa
bahkan oleh pimpinanya. 

Jadi sangat disayangkan jika untuk mengabdi kepada desa yang dicintainya itu ternyata ketika  ingin melamar untuk mendapat Jabatan itu harus membayar,atau menyerahkan sejumlah uang? Jika berita itu benar ,maka sangat disayangkan. Semua warga masyarakat tahu, dengan menjadi pengabdi di desa , karena masa jabatan yang cukup lama sesuai dengan usianya atau masa usia bekerjanya. 
Saya pikir semua itu didapatkan dengan hal yang wajar-wajar saja ,seperti  melamar ketika ada lowongan kerja sebagai Kaur atau kepala urusan di pemerintahan desa tersebut.
Jika berita yang saya dengar dari Youtube Kompas maka terungkap sudah apa yang sebenarnya terjadi di dalam lingkungan pemerintahan desa mungkin juga hal yang sama terjadi seperti di Kabupaten Pati Jawa Tengah tersebut. 

Tetapi kita tetap harus berprasangka baik pada aparat desa atau petugas desa yang ada di desa kita masing-masing wilayah kita. Semoga Indonesia akan lebih baik dengan terungkapnya masalah ini di Kabupaten Pati Jawa Tengah saja. dan menjadi pembelajaran bagi seluruh pemerintahan desa-desa di seluruh Indonesia. 
Agar tidak terjadi lagi hal-hal yang sangat memalukan bagi saya,berita itu adalah hal yang sangat memalukan. Bagaimana tidak orang yang berniat untuk mengabdi di desanya saja ternyata harus membayar sejumlah uang .
Padahal kita tahu semua gaji mereka tidak sepadan dengan apa yang mereka lakukan ketika dia bekerja dengan sungguh-sungguh dalam pengertian pengabdian tulus dan jujur untuk desanya untuk masyarakatnya. Semoga apa yang terungkap dalam pemberitaan. liputan6.com dan Kompas tv
ini dapat menjadi pelajaran bagi pemerintahan desa-desa di seluruh Indonesia.
Editorial :Adien janwarie 
Sumber berita  liputan6 dan Kompas tv 

Entri yang Diunggulkan

KONTES NYANYI BEBAS