Menyikapi tentang adanya bencana alam yang sering terjadi di setiap desa wilayah daerah masing-masing di seluruh kawasan Indonesia tentu kita sangat prihatin dengan kejadian yang dialami oleh rekan-rekan kita di Sumatera.
Perlu Kita waspadai bagi kawasan desa yang masih mempunyai hutan, baik yang dikelola oleh Perhutani atau hutan buatan atau hutan alam. Tentu saja perlu kita jaga bersama keberadaannya dan kelestariannya.
Apalagi desa-desa yang terdiri dari kontur tanahnya labil atau terdiri dari bukit pegunungan atau barisan pegunungan seperti yang ada di Sumatera itu ,yang disebut dengan Bukit Barisan.
Masing-masing kita perlu menjaga hutan-hutan itu. Bahkan bila kita perlu menanam kembali berbagai jenis tanaman yang kira-kira bisa tumbuh dengan baik di tanah pegunungan yang ada di desa-desa kita. Paling sederhana adalah tanaman tahunan yang menghasilkan atau berbuah ,misalnya petai ,jengkol ,durian ,nangka ,langsep,serta tanaman hutan tahunan semacam pohon Mahoni, Jati dan lain sebagainya.
Saat ini kita perlu meningkatkan kewaspadaan karena m3ningkatnya cuaca ekstrim. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap tantangan terjadinya bencana.
Untuk itu kita hendaknya mau bahu membahu dan berusaha kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjaga kawasan hutan ,yang ada di desa-desa kita masing-masing.
Agar hutan kita tidak dijarah oleh tangan-tangan nakal dan orang-orang serakah atau pengusaha yang nakal.
Apapun alasannya ,bahwa hutan adalah sumber ketahanan pangan dan kehidupan hendaknya semua ini adalah tanggung jawab kita bersama sebagai warga desa dan pemangku pemerintahan harus bahu membahu menjaga kelestarian hutan yang ada di desa-desa kita.
Jangan tamak Jangan sombong hingga memperlakukan hutan seenaknya. karena akibatnya akan dialami oleh kita atau anak cucu kita kelak nanti.
Istilah dari nenek moýang kita menyebut Menanam kebaikan akan berhasil baik menanam keburukan akibatnya pun buruk. Itu sudah merupakan hukum alam. Terima kasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat bagi kita semua.
Saya Adien janwarie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar